Proses Pembuatan WordPress

Terima kasih yang tak terhingga kepada semua teman-teman yang terkasih yang telah baik hati mendorong dan menempa saya, sehingga saya bisa mandiri dan percaya diri, rasanya sampai detik inipun saya masih nggak percaya bahwa saya bisa mempunyai wordpress sendiri, saya seperti mendapatkan ‘Pulung’… from nothing become something… bahwa tidak ada suatu hil yang mustahal… When there is a will, there is a way… asal ada kemauan di situ pasti ada jalan 🙂 …

Berawal ketika seorang teman maya saya, Mbah Wage, pada suatu hari menyapa saya di fb, kenapa kok lama saya tidak kelihatan nongol/ komment di blog diskothik, saya bilang: saya masih nengok blog diskotik dan blog dongeng budaya serta blog-blog lainnya, hanya saja akhir-akhir ini saya pasif, komment kalau memang ada yang perlu di komentari saja, saya sekarang santai saja…

Mbah Wage bilang, biasanya kalau sudah malas komment itu berarti pertanda sudah waktunya untuk bikin wordpress sendiri, lagian sayang kalau tulisan2/ komment2 yang lama menumpuk tak terlihat, mendingan di buatkan halaman sendiri sehingga ada yang membaca dan mungkin bisa berguna bagi yang lainnya.

Jawaban Mbah Wage saya tanggapin biasa saja, saya anggap mbah hanya menyanjung saya saja oleh karena memang sangking aktifnya saya selama ini dalam berkomment di blog. Lagian saya ini nggak ngerti wordpress itu yang bagaimana?… wong bikin fb saja kagak pintar…

Masih membalas message saya di fb, keesokan harinya Mbah bilang, bikin wordpress itu gampang seperti bikin account email biasa, pertama cari wordpress lalu sign in… ntar Mbah ajarin step by step-nya. sebenarnya bikin wordpress itu kayak bikin diary untuk kita sendiri, yang nantinya bisa kita baca-baca sendiri atau kalau mau mengundang beberapa teman juga bisa, untuk saling berbagi dan diskusi… lagian mbah lihat, kamu ada potensi untuk bisa menjadi seorang penulis….

Saya pun membalas, lha mbah, kalau saya nanti nulis, mau nulis apa? Wong hampir semua topik udah pernah saya bahas, mulai dari topik, sosial, budaya, politik, spiritual hingga per-EMPU-an, teman-teman pada baca lihat, kan jadi nggak baru lagi… kata saya polos namun juga menyombongkan diri apa adanya :mrgreen:

Mbah bilang, menulis bisa apa saja, Mbah juga menyarankan, coba salah satu tulisanmu yang ada di ruang ‘Memahami Tradisi Bulan Arwah’ di blog diskotik itu di postingkan, ntar pasti banyak yang tertarik untuk ikutan berdiskusi…

Dalam hati sebenarnya saya masih nggak ngerti dan bingung serta belum ada keberanian… Tapi saya pikir mungkin benar kata Mbah Wage saya ada bakat menulis, yang mungkin bakat saya bisa saya asah melalui wordpress saya sendiri, jadi apa salahnya jika saya coba dulu… okeylah akan saya coba, wong cuman daftar kayak bikin account pribadi aja toh…

Dan tgl 1 agustus 2012 siang hari, saya masih ingat waktu itu saya lagi handjob di kamar mandi, maksutnya cuci-cuci pakaian, karena nggak ada mesin cuci, jadi pakai mesin bak alias cuci pakai tangan.. he he he…, sambil menunggu rendaman baju, saya iseng-iseng buka notebook mau daftar cara bikin wordpress…

Pertama daftar maunya saya pakai nama saya sendiri yaitu dewimurni.wordpress.com tetapi sayang nama itu udah ada yang memakai, lalu saya coba dewadewi masih tetep nggak bisa, setelah saya check di google udah banyak versi nama dewadewi, dari dewadewimalam hingga dewadewimuslim semua komplit plit, hingga beberapa kali saya mencoba mendaftarkan nama yang lain selalu gagal dan gagal lagi karena semua nama yang tersedia udah ada yang pakai… saya jadi nggak begitu antusias, hampir saya mengurungkan diri, akhirnya saya coba suatu nama tapi masih tetep yang ada nama dewinya… setelah pikir pikir, saya coba saja bikin nama sabdadewi… eh, langsung keterima dan sukses!… Duh, senengnya… dan begitu masuk ada pilihan untuk background halaman wordpress, pas di urutan pertama ada gambar Chateau (puri istana berwarna silver), langsung saja saya ‘klik’….

Lalu segera saya khabari Simbah dan Sorenya saya langsung dapat email dari Mbah Wage di kotak email yang menunggu untuk di ‘approve’ di wordpress saya:

New comment waiting approval on sabdadewi
MK3 commented on Hello world! Selamat Jeng Dewi atas peluncuran blognya. Langkah berikutnya tentu saja posting artikel, namun sebelum posting, ada baiknya penampilan blog diubah sedikit agar tambah cantik.SETTING TAMPILAN SEDERHANA1. Coba perhatikan pojok kanan blog di atas gambar, ada tulisan The greatest WordPress.com site in all the land! Nah itu diganti dulu. Caranya arahkan pointer ke Sabdadewi klik DASHBOARD (menu kanan atas), Cari menu paling bawah SETTINGS > GENERAL, Nah ketemu menu yang dimaksud, tinggal diganti atau kosongkan saja dulu. SAVE CHANGES2. Menu kanan Blog, SARCH, RECENTS POST dst. Menunya rada gersang jadi dibuat sedikit ramai. Caranya arahkan pointer ke SABDADEWI, klik WIDGETS. Ada tulisan Available Widgets (menu kiri) dan Primary Widgets Area (menu kanan). Sekarang cari kotak BLOG STATS dan di-drag ke bagian kanan, Cari lagi Recent Comment, drag lagi ke kanan. Selesai. Jangan khawatir, tidak akan meledak koq.2. Menu kanan Blog, SARCH, RECENTS POST dst. Menunya rada gersang jadi dibuat sedikit ramai. Caranya arahkan pointer ke SABDADEWI, klik WIDGETS. Ada tulisan Available Widgets (menu kiri) dan Primary Widgets Area (menu kanan). Sekarang cari kotak BLOG STATS dan di-drag ke bagian kanan, Cari lagi Recent Comment, drag lagi ke kanan. Selesai. Jangan khawatir, tidak akan meledak koq.POSTING ARTIKEL
1. Arahkan pointer ke Sabdadewi, > NEW >POST.
(Kalau bingung nulis apa, copy paste tulisan ini, atau komentar yang perah dibuat di blog lain)
Kalau sudah selesai SAVE DRAFT atau PUBLISH (semua menu ada di kanan). Masih di menu kanan, ada tulisan Edit, Edit, Edit . Silakan diklik klik, pasti bisa ditebak artinya. JANGAN KHAWATIR, TIDAK ERROR ATAU HILANG DATA, kecuali klik huruf merah Move to Trash.sekian dulu, nanti disambungApprove  Trash | Mark as Spam
New comment waiting approval on sabdadewi
MK3 commented on Hello world! TAMBAHAN untuk NEW POST,Pada layar tampak tidak ada menu meratakan paragraf , font size dll. Untuk menampilkannya, klik icon menu paling buncit (belakang)Approve  Trash | Mark as Spam

Terus terang saya jadi kaget, lho Mbah tahu dari mana wordpress saya?, wong saya belum publish kok??!!!… Mbah bilang… Huahahahahaha!!… dasar gaptek!… kalau sekali daftar account di wordpress semua bisa terlacak seluruh dunia… jujur deh, saya bingung 🙄 ….

Malemnya saya sms Mas Pon… “ Yang, aku udah punya wordpress, tapi ntar jangan kaget ya, cukup di ketawain aja” …, lalu Mas Pon membalas, “ nama Wordpnya apa sayang?”… saya jawab ‘sabdadewi’… Mas Pon ketawa, “ Huahahaha… si dewi bikin sabda ntar di protes fpi”…, saya jawab aja, “ ya ntar kalau dewi bersabda pasti di dukung fpi= fans penggemar inul… xixixixixi”… Mas Pon tanya, “wordpressnya kayak apa sih Yang? Mas mau lihat”… saya bilang, “belum Yang, wong hari ini baru saja selesai bikin account, saya juga belum nulis apa2, saya masih belajar, saya juga nggak ngerti istilah2 yang ada di wordpress, jadi saya banyak tanya Mbah Wage, Mbah Wage kayaknya orangnya canggih dan pinter”… lalu mas Pon membalas, “iya sayang, kalau tidak tahu memang harus bertanya, kalau malu bertanya nanti bisa tersesat di tengah jalan, akibat kebesaran kemaluan di jalan jadi nggak bisa berjalan”… wkakkakakkakkaak….. Mas Pon bisa aja deh kalau bercanda…

Keesokan harinya hari demi hari saya sempatkan selalu untuk membuka wordpress, namun anehnya kenapa saya TIDAK bisa melihat halaman saya sendiri?… namun hanya dasboard saja yang terlihat, sedang nama-nama widgets, appearence, user, tool, header, settings dan semacamanya begitu asing bagi saya, saya juga udah klak klik sana-sini namun juga masih belum bisa berbuat banyak karena merasa bingung dan memang gaptek…

Seminggu berlalu saya masih belum mengerti wordpress, sedang Mbah malah menyarankan segera posting satu artikel saja buat sementara, ide yang lainnya bisa di atur menyusul kemudian… saya jadi bingung kata-kata si Mbah karena saya memang tak bisa masuk dan uthak-uthik widgets dsb, walau sudah di terangkan dengan jelas namun tetep saja itu hanya teori sedang prakteknya saya memang lolhak -lolhok nggak ngerti sama sekali 😥 …

Tapi walau tidak mengerti, diam-diam saya juga sudah mengumpulkan ide-ide pembuatan wordpress tentang tema-temanya yang akan saya isi, ruang-ruang apa saja beserta musiknya, perabotan interiornya dsb, Secara garis besar blog saya nanti konsepnya tentang feminitas, kasih sayang dan persahabatan yang universal, budaya jawa dan nusantara tetap mendapat tempat di hati saya, juga tak lupa ruang kuliner, karena saya suka berkreasi masakan, juga ruang kecantikan dan curhat buku harian. saya pikir walau punya wordpress untuk sendiri, kenapa tidak di percantik saja sekalian, sehingga nanti juga bisa mengundang teman-teman untuk ikut berdiskusi, berbagi dan saling sapa dsb, biar bisa membuat pengunjung merasa senang dan nyaman. sayangnya saya belum mengerti cara mewujudkannya, andai saya mengerti wordpress… saya betul-betul bingung harus bertanya pada siapa, akhirnya saya bertanya pada seorang teman, apa bisa mengajarin bikin wordpress, beliau bilang bisa tetapi hanya yang simple saja…

Tgl 13 agustus 2012, berangkatlah saya ke luar kota menemui Pak Legi… di sana saya di sambut ramah oleh keluarganya… kamipun berbincang santai, saya datang bermaksut menceritakan rencana pembuatan wordpress, tapi saya belum mengerti caranya bikin wordpress… dan ketika saya menyebutkan nama ‘sabdadewi’ saya mendapat kritikan yang pedas dari beliau… katanya “kalau mau bikin blog sebaiknya jangan membuka identitas diri, itu yang akan membuat orang menjadi penasaran”, dan katanya lagi “ide pembuatan wordpress saya ini terlalu dini dan terkesan bunuh diri, apalagi semua orang udah tahu siapa Dewi alias si JDD (Jeng Dewa Dewi)”… walau sempat terhenyak, namun saya tetap mencoba untuk berpikiran positif… beliau berpesan, intinya bikin blog itu harus siap mental, termasuk kalau blognya sepi atau bahkan kalau di serang opininya… hingga akhir pertemuan, Pak Legi hanya bisa mengajari saya cara masuk di posting halaman dan bikin logo wordpress, sedang video musik dsb beliau belum ngerti caranya… saya mengucapkan banyak terima kasih pada beliau… karena sekarang saya sudah bisa melihat halaman wordpress saya sendiri….

Setiba di rumah saya sms Mas Pon lagi, “Yang aku udah tahu letak mana posting untuk nulis dan udah bisa bikin logo mawar hitam, ntar video musiknya menyusul”… Mas Pon membalas, “Ya bagus sayang, nanti jangan lupa di kasih musik tradisional yang enak ya, ntar semua pengunjung pasti betah karena halamanya cantik dan indah”…

Malemnya saya tidak bisa tidur, pikiran molak-malik tak karuan, teringat-ingat kata Pak Legi yang pesimistis, teringat-ingat Mbah Wage yang super optimis, teringat-ingat Mas Pon yang selalu mengingatkan untuk selalu hati hati dalam segala hal, namun tetap mendukung apapun ide saya… sekarang saya sudah senang punya worpdress sendiri tapi di sisi lain saya takut dan ragu pada diri sendiri… terutama dengan hal yang berhubungan dengan nama wordpress saya… hingga rasanya ingin sekali mengganti blog saya dengan membuat blog baru lagi dengan nama ‘tuturdewi’ saja, yang terasa lebih nyaman dan sederhana…

Masih gamang memikirkan soal nama, pada tgl 18 agustus 2012 saya mencoba sms Pak Kliwon… “ sugeng siang Pakde Kliwon, saya mau tanya, kata ‘sabda’ itu berasal dari bhs arab ato jawa?”… beliau menjawab… “ menurut apa yang saya dengar sepertinya dari bahasa jawa, yaitu sabdo ucapan idu geni dari orang tua, Raja atau Pandhito/ Orang suci.”… saya bertanya “ lha kalau ada kata-kata nabi bersabda, sabdanya itu berarti bhs jawa?”… Pak Kliwon menerangkan “ itu contohnya saja… bhs terjemahan”… pada kesempatan itu pula saya menceritakan saya masih belajar bikin wordpress, saya masih bingung bikin nama, wordpressnya belum launching, ntar kalau udah siap Pak Kliwon dan teman-teman pasti saya aturi pinarak…  pada waktu itu saya belum ada ide untuk menulis artikel di halaman utama sabdadewi, Pak Kliwon berkata “ tulis aja cita-cita yang sudah ada di dalam lubuk hati… saya rasa JDD mampu”… seketika sayapun menjawab, “nggih maturnuwun”…

Seminggu lebih saya baru bisa mencoba merangkai kata demi kata untuk memberi ‘kata sambutan’… hingga harus di edit sampai 4-5x agar bisa mantab tulisannya… sayangnya saya masih belum bisa menjelajah dashboar/ menu wordpress yang lainnya, akhirnya saya mencoba menanyakan kepada setiap orang yang kerja di warnet, apa bisa mengajarin saya wordpress, rata-rata mereka hanya bekerja sebagai penjaga warnet saja tapi mereka tak tahu menahu apa itu wordpress??…

💡 … Lho, kok saya baru ingat, kenapa tidak memakai jasa pembuat web saja?… akhirnya saya mencoba mencari jasa orang pembuat web yang bisa di panggil ke rumah, dan tak sulit menemukannya karena ada di iklan, dan tgl 22 agustus 2012 hari rabu anaknya datang dan mengajarin saya langkah-langkahnya bikin wordpress, ide saya awalnya pingin setiap halaman berbeda background, namun itu tidak mungkin bisa, akhirnya saya di sarankan untuk bikin blog lagi namun tetep di bawah nama ‘sabdadewi’ jadi seperti rollblog yang ruangannya bisa di tautkan ke ruang lainnya… Terlebih dahulu notebook saya di install google chrome supaya nggak gampang hang dan lelet, ternyata untuk memindahkan menu widgets kursornya harus di tarik dengan cara di goyang-goyangkan, lha mana saya tahu selama ini kalau kursornya ternyata bisa di tarik-tarik??… he he he… Betul-betul susah-susah gampang kalau mau bikin wordpress, tapi kalau udah tahu caranya pasti ntar bisa terbiasa… dan untuk membuat video tinggal klik semat di youtube yang besar ukurannya bisa kita set sendiri, untuk blogroll ia memberi saya formatnya, dan untuk bahasa terjemahan juga di formatkan, maklum anak lulusan informatika, jadi tahu seluk beluk http beserta kode-kodenya. Juga di buatkan email dan fb baru untuk follow sabdadewi. Saya merasa puas, nggak nyangkah bisa semudah ini bikin wordpress, kalau saja dari dulu saya tahu ada pembuat jasa wordpress, saya kan nggak bingung-bingung cari orang untuk mengajari saya, dan murah lagi, saya memberinya Rp 150 rb plus ongkos bensin, tapi di kembalikan 50 rb,… “ nggak usah mbak, 100 rb saja”… saya bilang “nggak pa-pa bawa aja buat beli bensin”… anaknya tetep nggak mau… “ ini udah banyak kok mbak, lagian saya juga suka belajar wordpress’… wah, anaknya benar-benar jujur, saya jadi terharu sekali…

Bisa di tebak Hari demi hari kegiatan saya kalau ada waktu luang pasti buka notebook, yang pertama saya lakukan adalah mengunjungi wordpress saya, walau belum ada ide untuk menulis artikel di halaman utama yaitu ‘sabdadewi’, saya mencoba menulis-menulis artikel di ‘ruang dapur’, lalu satu per satu di ruang ‘spa bidadari’, sedang ruang ‘ diary dewi’ masih belum nulis apapun waktu itu, bahkan halamannya sengaja saya biarkan melompong cuman menu ‘hello world’ yang memang asli dari wordpressnya dan belum saya edit atau saya isi dengan artikel. Tapi untungnya semua halaman udah di percantik… terkadang saya juga melihat di ruang pendopo udah ada yang posting komment walaupun hanya ‘testing’… sehingga terpaksa saya simpan untuk sementara, namun nanti jika udah siap publish, saya akan mempostingkan kembali komment-komment mereka…

 ***

 Hingga pada suatu ketika pada tgl 23 agustus 2012, tiada hujan, tiada petir yang menyambar ada yang membocorkan ‘sabdadewi’ di salah satu blog pinisepuh, saya terkejut oleh karena wordpress saya masih kosong melompong dan memang belum siap publish atau belum siap woro-woro untuk mengundang teman-teman… kecurigaanpun tertuju pada Kang Pahing temannya Pak Legi yang memang sukanya iseng dan bercanda :?:… saya sms saja untuk menanyakan, dan dia jawab… “ndoowh, kok nuduh saya…” saya bilang, “ saya nggak nuduh kok, cuman pingin tahu saja siapa yang menuliskan, wong saya belum siap apa-apa, saya jadi malu kalau halamannya kosong, lagian kalau udah terlanjur ya nggak pa-pa saya nggak marah kok”… Kang Pahing menjawab ” bukan saya ya jeng, saya malah nggak ngerti apa-apa”… dia juga bertanya “ emang kamu punya wordpress?… weeehh udah pinter ya?!”… saya bilang “ ini masih belajar, malah saya sekarang masih bingung mau nulis apa.. he he he…?”…  dia menjawab “ rasain loe”… saya mencoba bertanya baik-baik, “ menurut njenengan, bagusan mana nama sabdadewi atau tuturdewi?”… agak lama menunggu akhirnya dia membalas sms, “ ganti saja ‘desahdewi ‘ gimana? ”… Wooowh dasar semprul kang Pahing, sukanya cengengesan melulu, huuuhh genit, males aku nanggapin 😈 …

Pada waktu itu saya benar-benar merasa tertekan seperti di kejar-kejar target untuk segera memperkenalkan diri, sementara diri belum siap, saya memang akan memperkenalkan diri dan memberi kejutan yang manis, hanya saja tidak secepat ini… tetapi daripada sedih berlarut-larut, daripada mencari-cari siapa yang bersalah,  di buru perasaan yang ndredeg karena sabdadewi sudah terlanjur di publikasikan sebelum waktunya… saya mencoba mengalihkan perhatian dengan search tema di google, tema apa saja, namun semakin saya search semakin tidak ada yang pas di hati, entahlah apa sebabnya serasa belum ada trenteg hati untuk menulis sesuatu… akhirnya saya mencoba untuk sedikit relax, mencoba tenang, kalau memang belum waktunya ya nggak bisa di paksakan…

* Hal ini jualah yang menjadi patokan saya dalam berkarya di wordpress, saya mengalir saja seperti air, kalau  ada ide ya menulis, kalau nggak ya santai saja.   jujur saya awam dan kuper, saya realistis dan mengukur kemampuan diri, namun selalu berusaha mencoba  memberikan yang terbaik. segala sesuatunya di pikirkan secara matang, walau pelan yang penting berjalan, sedikit demi sedikit toh nanti juga akan sumambrah…. semua ada waktunya dan semua membutuhkan proses, dan proses itu tidak bisa instant… seperti halnya proses dalam belajar, saya juga masih belajar dan sampai kapanpun akan tetap terus belajar, karena belajar itu tidak mengenal batas waktu, tempat dan usia…

Dalam kesepian dan kegalauan hati, saya teringat Mas Pon, sosok termanis… Oh Mas Pon yang sabar yang penuh welas asih, yang selalu humoris, yang selalu menyayangi dan mengasihi, kadang ketika saya lagi sensi atau bete-pun masih tetap telaten menyapa dan menjawab sms saya… sayapun mengabari Mas Pon, saya mengundangnya ke wordpress saya… saya bilang wordpress sudah siap, tinggal menulis 1-2 artikelnya saja, tapi bisa mampir dulu ke ruang dapur, spa dan diary kalau mau melihat. sepertinya Mas Pon senang sekali melihat tampilan wordpress saya, sayangnya ia sangat pemalu dan nggak ikutan komment di pendopo, hanya mengintip dari balik jendela saja 😉 … Hmmmm…

 ***

 Selang beberapa hari, tepat tgl 1 september 2012 siang menjelang sore hari, setelah saya sudah mengerjakan semua pekerjaan rumah dan dapat mengasoh sebentar, saya mencoba hunting makalah di google, cari punya cari, saya jadi teringat berita penemuan benua atlantis oleh seorang professor asing, namun saya masih enggan menjadikannya artikel karena saya merasa topik ini sudah bukan hal yang baru lagi, jadi saya juga tidak ingin hanya sekedar mengcopy dan pastekan… hingga secara tidak sengaja saya menemukan seklumit berita tentang kekritisan seorang dosen indonesia tentang penemuan yang meragukan ini, akhirnya saya telusuri dan saya rangkum pokok-pokok pointnya… dan akhirnya saya menemukan makalah yang saya sukai, yang langsung saya publishkan di artikel sabdadewi pada sore hari itu juga… dan sejam kemudian menyusul artikel kedua tentang fenomena pilgub dengan sikap plurarisme kita…. Oh yes!…. lega rasanya….

Keesokan harinya, saya mencoba mengundang beberapa teman antara lain akang Baok, mas Wisnu, dimas Poetoe, ibu Maya, cak Ghozy, paman Dalbo, paman Tembayat, dll, Sedang mbah Wage, pak Legi, pak Kliwon, kang Pahing dan mas Pon, memang sudah tahu jauh-jauh hari sebelumnya. Dari beberapa teman hanya separoh yang merespon… karena mereka merasa kesulitan mendownload sabdadewi dan juga terkadang sabddewi belum ada di mesin pencarian google… maklum wordpress masih kecil quotanya, sehingga belum di kenal luas…

Dan hari yang di tunggu-tunggu pun tiba… satu per satu poro pinisepuh dan teman-temanpun berdatangan untuk mengucapkan selamat serta memberikan komentnya yang aduhai luar biasa cantiknya… ada yang langsung berkomentar ke topiknya, ada yang memberi wejangan dan wewaler, dsb. serta merta pak ABR, pak Tanwaskito, pak BB, pakpo JS, ki Jagad hadir… Duuuhhh, rasanya saya kayak ketiban durian runtuh, seperti mendapatkan hadiah yang besar, berupa kedatangan tamu-tamu agung, dayohe angrawuhi semua….

 ***

  Saya menuliskan pengalaman ini tidak lain tidak bukan karena saya merasa sangat beruntung dan berterima kasih kepada semua teman-teman, sahabat dan poro pinisepuh, walaupun kita semua belum pernah saling bertatap muka, hanya bertemu dan bersua di dunia maya saja, namun tetap bisa selalu saling asah asih asuh, betapa kasih sayang serta sikap welas dalam persahabatan dan persaudaraan tetap relevan di segala tempat dan suasana, baik di bumi (dunia nyata), maupun juga di kahyangan (dunia maya) 🙂 .

 *Note : Ucapan Terima kasih kepada Ki Sabdalangit, yang telah baik hati kepada kami semua untuk bisa ngangsu kaweruh, khususnya saya yang selama 1,5 th aktif komentar di blognya, Terima kasih kepada blog Akigendengabanget yang telah begitu hangat menyambut dan menerima saya berkomentar di blognya, Terima kasih kepada blog alang-alang Kumitir, walau saya belum pernah berkomentar di blognya namun saya pernah menikmati mendengarkan alunan musik jawa di blognya, Terima kasih kepada blog tomyarjunanto yang inspiratif, dan dari situ saya juga mengenal nama ibu Sri Gadhung Melati, Terima kasih kepada Ki Sondong Mandali yang telah memberikan kepercayaan pada sabdadewi untuk memuat posting ‘Gerakan Renaissance jawa’ sekaligus bersedia mengasuhnya, Terima kasih kepada jasa pembuat web sehingga saya bisa mewujudkan impian saya, Terima kasih kepada semua teman-teman yang setia menyemangati dengan memberikan pujian, kritikan dan masukan, Terima kasih juga kepada semua pihak seperti wordpress, google, dunia maya, dsb yang secara langsung atau tidak telah memberikan kontribusinya untuk kelangsungan blog saya, Terima kasih terutama ku ucapkan kepada Mbah Wage dari blog dongengbudaya yang telah mendorong dan merongrong saya untuk membuat wordpress sendiri 😀 ….

Salam I Love You Full Untuk Semuanya… Hmmuuaahh!!…

***

Advertisements

9 thoughts on “Proses Pembuatan WordPress

    • @ Pureng,

      Maturnuwun ucapan selamat dan doanya, senang sekali bisa bersua njenengan di sini. Eh, photo kucingnya itu tampak lucu and imut ya :)…

      Salam ireng manis,

      Dewi

  1. Pingback: Iringan Doa Ibu untuk Perjuangan Hidup | bijak.net

  2. . . . .
    Tiba tiba. . . .
    Tak tahu 10′ lalu
    Masih tertatih et.t knowku
    Tiba tiba ku lihat diary

    A. Kuning
    B. Jalan setapak k gunung
    C. Hijau warna daun
    D. Bulan bintang di malam hari

    E. Tak terasa MALAM menjelang
    F. Kutidur dgn TENANG

    • @ Pengunjung Semprul,

      Horreeeee… simbah semprul datang 🙂 …

      Salut buat simbah, dan sekarang blog simbah termasuk box office paling ngetop di dunia maya, maksutnya box office versi abal-abal 😀 … xaxaxaxa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s